Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Never Give Up

Bersakit-sakit dahulu,bersenang-senanglah kemudian.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Januari 2012

UGM Tolak UN untuk Masuk PTN

| 0 comments ] 25/01/2012
Universitas Gadjah Mada (UGM) masih enggan menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) sebagai alat penjaringan mahasiswa baru. Alasannya, tujuan pelaksanaan UN berbeda dengan tujuan penerimaan mahasiswa dalam mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Hal tersebut ditegaskan Rektor UGM Prof Sudjarwadi yang memastikan tidak akan memanfaatkan nilai UN untuk menjaring mahasiswa baru UGM tahun 2012. Menurut dia, ada perbedaan cukup signifikan antara soal UN dengan materi ujian dalam SNMPTN. ”Yang namanya cita-cita tidak masalah tetapi belum dalam waktu dekat (akan diterapkan) karena kami belum confident. Masih banyak yang harus diteliti,” katanya saat diklarifikasi Kamis (29/12).
Otonomi Pendidikan Harus Disikapi Bijaksana

Desentralisasi pendidikan sebagaimana amanat dalam UU Nomor 32/2004 merupakan sebuah sistem manajemen untuk mewujudkan pembangunan pendidikan yang menekankan pada kebhinnekaan. Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 7 ayat (1), kewenangan daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan, kecuali bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, fiskal/moneter, dan agama, serta kewenangan lain yang diatur secara khusus.

Selain itu, semuanya menjadi kewenangan daerah, termasuk di dalamnya bidang pendidikan. Tujuan pemberian kewenangan dalam penyelenggaraan otonomi daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerataan dan keadilan, demokratisasi dan penghormatan terhadap budaya lokal, serta memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah.

Menurut Ketua Dewan Pendidikan Propinsi DIY, Prof. Wuryadi, satu hal yang tidak boleh dilupakan di dalam pelaksanaan otonomi pendidikan ialah jangan sampai menimbulkan sikap mementingkan kepentingan diri sendiri. Misalnya, antara sekolah yang satu dengan yang lain tidak saling berkoordinasi dan hanya mengedepankan kepentingan pribadinya. “ Tidak peduli dengan jalannya pendidikan di institusi lain. Ini yang berbahaya kalau kita tidak menyikapinya dengan bijaksana,” ujar Wuryadi ketika berbicara dalam Diskusi 'Menggagas Pendidikan untuk Semua' di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Rabu (8/12). Diskusi ini merupakan salah satu rangkaian acara 'Festival Indonesia 100%' yang digelar oleh BEM KM UGM.

Selain berbicara persoalan otonomi pendidikan, Wuryadi dalam kesempatan itu juga kembali mempertanyakan kebijakan pemerintah mengenai pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Pemerintah menetapkan siswa yang telah lulus UN-lah yang dapat masuk di bangku perguruan tinggi. Menurutnya, korelasi antara UN dengan prestasi akademik ketika menjadi mahasiswa sangatlah kecil. “Penelitian sudah dilakukan di IPB dan ITB. Justru korelasi yang besar adalah antara prestasi mahasiswa dengan nilai rapor selama studi,” imbuhnya.

Wuryadi juga kembali mengingatkan kebijakan UN yang pernah dilarang oleh Mahkamah Agung (MA) karena dinilai belum memenuhi nilai-nilai standar yang disyaratkan secara lengkap. Meskipun demikian, pemerintah sampai saat ini berketetapan akan terus melaksanakan UN. “Kurikulumnya memang berdasarkan kompetensi. Namun, ujian nasionalnya tidak sesuai kompetensi,” tambah Wuryadi.

Sementara itu, pengamat pendidikan, Eko Prasetyo, dalam kesempatan itu mengatakan pendidikan bukan saja dilihat dari hasilnya, melainkan juga dari proses yang dilalui. Pengetahuan yang diperoleh dari sebuah pendidikan setidaknya harus berdampak dari sisi historis, berimplikasi sosial, dan rekonstruksi sosial. “ Kalau itu tidak terjadi, maka tentu pendidikan tidak akan membuat kita matang secara emosi,” terang Eko.

Ironisnya, menurut Eko, lambat-laun pendidikan hanya menjadi sebuah ritual belaka, misalnya, ketika berlangsungnya orientasi mahasiswa baru (OPSPEK) di perguruan tinggi, KKN hingga wisuda. Jika pemerintah, DPR beserta masyarakat tidak segera duduk bersama mencari solusi pelaksanaan pendidikan yang bervisi kerakyatan, ditakutkan pragmatisme dan komersialisasi pendidikan akan terus berlangsung. (Humas UGM/Satria AN : www.ugm.ac.id)

UGM Tolak UN untuk Masuk PTN

Universitas Gadjah Mada (UGM) masih enggan menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) sebagai alat penjaringan mahasiswa baru. Alasannya, tujuan pelaksanaan UN berbeda dengan tujuan penerimaan mahasiswa dalam mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Hal tersebut ditegaskan Rektor UGM Prof Sudjarwadi yang memastikan tidak akan memanfaatkan nilai UN untuk menjaring mahasiswa baru UGM tahun 2012. Menurut dia, ada perbedaan cukup signifikan antara soal UN dengan materi ujian dalam SNMPTN. ”Yang namanya cita-cita tidak masalah tetapi belum dalam waktu dekat (akan diterapkan) karena kami belum confident. Masih banyak yang harus diteliti,” katanya saat diklarifikasi Kamis (29/12).
Dia mengatakan, tujuan pelaksanaan UN adalah untuk mengevaluasi kemampuan siswa selama mengikuti pendidikan jenjang menengah. Sedangkan tes SNMPTN adalah menjaring calon mahasiswa sesuai dengan minat dan bakatnya. ”Dari segi akademis, selain tujuannya berbeda juga tes masuk perguruan tinggi menggunakan soal yang multiobjektif,” jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, anggota Koordinator UN Tingkat Pusat yang juga anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Djemmari Mardapi mengatakan bahwa sesuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2005, nilai UN bisa digunakan sebagai syarat masuk PTN asalkan pelaksanaannya kredibel. Ada beberapa indikator UN dianggap kredibel, seperti laporan dari pengawas, guru dan perguruan tinggi (PT) yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antar daerah.
Saat ini, baru Universitas Negeri Padang (UNP) yang sudah menggunakan nilai UN sebagai syarat masuk dalam ujian mandirinya. ITB, Universitas Negeri Medan (Unimed), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyatakan sudah siap untuk menggunakan UN sebagai syarat masuk. Kemendikbud menyarankan adanya mekanisme pembobotan antara nilai UN dengan tes skolastik yang digelar PTN.
Menanggapi hal ini, Sudjarwadi menegaskan bahwa lulus UN menjadi salah satu syarat wajib bagi siswa yang ingin ikuti SNMPTN. Selain itu, nilai UN juga jadi salah satu syarat dalam penerimaan mahasiswa baru lewat jalur undangan maupun penelusuran bibit unggul. ”Selama ini sudah jadi syarat pelengkap untuk jalur undangan,” katanya.
Keengganan UGM menggunakan UN sebagai syarat masuk PTN, menurut Sudjarwadi, tidak bisa dikatakan UGM menolak rencana Kemendikbud menjadikan UN sebagai sistem menjaring mahasiswa baru. Rencana ini, kata dia, juga sudah menjadi bahasan para rektor universitas se-Indonesia. ”Tapi kan tidak sesederhana seperti itu,” tuturnya.
Menurut dia, kebijakan itu tidak bisa diterapkan tergesa-gesa, termasuk alternatif melakukan pembobotan antara tes masuk PTN yang dilakukan mandiri dengan nilai UN. Kebijakan baru bisa diterapkan setelah melakukan kajian intensif karena ada hal detail yang perlu dipelajari lebih dulu. ”Jadi kalau untuk menggantikan (SNMPTN) kayaknya masih belum untuk tahun depan,” tegasnya.
http://www.snmptn2012.com/2012/01/ugm-tolak-un-untuk-masuk-ptn.html

Informasi Bidik Misi Snmptn 2012

25/01/2012
Mohon diingat Bidik Misi ditujukan untuk calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik memadai, peminat harus memastikan memenuhi syarat sebelum mendaftar di portal bidik misi. Perlu kita ketahui bahwa Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada tahun 2010 meluncurkan pedoman program Beasiswa Beasiswa Pendidikan Bagi Calon Mahasiswa Berprestasi (Bidik Misi) kepada 20.000 mahasiswa.

Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa atau calon mahasiswa dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu dan berprestasi, baik di bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstrakurikuler. Dana beasiswa dan biaya pendidikan yang diberikan itu sebesar Rp 5.000.000 per mahasiswa per semester yang diprioritaskan untuk biaya hidup.

Program tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai kemiskinan sehingga dimasukkan sebagai program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Agar program penyaluran beasiswa Bidik Misi dapat dilaksanakan sesuai prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu (3T), diharapkan para pimpinan perguruan tinggi dalam melakukan sosialisasi, seleksi, dan penyaluran Bidik Misi mengacu pada pedoman ini.


Pemerintah berharap bahwa proses penyaluran beasiswa kepada mahasiswa diharapkan akan berjalan dengan lebih baik, dan mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan lancar dan berprestasi yang akhirnya dapat ikut andil dalam meneruskan perjuangan bangsa menuju pembangunan Indonesia sejahtera.

Portal Bidik Misi

Laman Pendaftaran Bidikmisi

Helpdesk Bidikmisi

Facebook Page
Twitter


Prosedur Bidik Misi Snmptn 2012


  http://www.snmptn2012.com/2012/01/informasi-resmi-snmptn-2012.html

Ajang Pertukaran Budaya Melalui Pertukaran Mahasiswa

Tamu Kampus
Ajang Pertukaran Budaya Melalui Pertukaran Mahasiswa
Senin, 16 Januari 2012 | 205 pembaca


Unesa kedatangan tamu dari Jepang pada Rabu--Kamis (11-12/01). Tamu kali ini merupakan bagian dari program pertukaran mahasiswa Aichi University of Education, Jepang. Berdelapan dengan didampingi oleh koordinator pertukaran mahasiswa dari Aichi University, Prof. Takeshi Tsuchiya, mereka disambut hangat Pembantu Rektor (PR) III Unesa, Prof. Dr. Warsono, M.S. di lantai 2 Ruang Sidang Rektorat Unesa.

Mahasiswa program enam tahun ini, setelah S-1 mereka langsung melanjutkan ke jenjang S-2. Prof. Dr. Warsono, M.S. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya kunjungan kali dapat memberikan manfaat dan dapat dijadikan wahana belajar bagi kita semua. "Semoga ini bukan merupakan kunjungan pertama dan terakhir, tetapi disusul dengan kunjungan berikutnya," jelas mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unesa itu.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, Takeshi Suchiya mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan merupakan ajang untuk saling mengenal budaya. Selain itu dapat menjadi wahana bertukar pikiran. Wujud dari keinginan untuk saling belajar ini dilanjutkan dengan beberapa agenda kerjasama yang sudah terstruktur.

Setelah beranjak dari ruang rektorat, mereka langsung menuju Unesa kampus Lidah Wetan, tepatnya di Gedung Sawunggaling. Di sana mereka disuguhkan beberapa penampilan tari dari Mahasiswa Sendaratasik Unesa, baik tari daerah maupun kontemporer. Setelah pertunjukan usai, agenda selanjutnya yaitu mengunjungi Museum Mpu Tantular di Sidoarjo.

Kunjungan ini berakhir di Sekolah Dasar (SD) Laboratorium Unesa pada Kamis (12/01). Mereka disambut dengan pertunjukkan musik yang disuguhkan oleh siswa-siswa SD Laboratorium Unesa. Setelah pertunjukan berakhir, rombongan mahasiswa Jepang ini mengajarkan origami, permainan melipat kertas. (Zainur Rahman_Humas Unesa)

Penipuan dengan Modus Undangaru Pemberian Tunjangan Profesi & Tunjangan Beasiswa dari Dikti


Penipuan dengan Modus Undangaru Pemberian Tunjangan Profesi & Tunjangan Beasiswa dari Dikti
Akhir publikasi: Kamis, 23 Februari 2012 | 603 pembaca

Dengan semakin marak dan gencarnya sms terkait undangaru pemberian tunjangan profesi maupun tunjangan beasiswa dari Dikti dengan mengatasnamakan Pembantu Rektor I (Prof. Dr. Kisyani) Unesa dengan pengundang sekretaris (Erlizar), maka kami menghimbau kepada semua pihak agar berhati-hati terhadap sms dengan modus seperti ini.

Sms ini adalah penipuan, sehingga Bapak/ibu dapat langsung mengabaikan pesan singkat tersebut. Nomor mobile phone kami tidak mengalami perubahan sehingga jika Bapak/tbu tidak yakin terhadap sms tersebut, silakan menghubungi kami baik melaluimobilephone maupun melalui telepon kantor.

Kami berharap Bapakflbu tidak menjadi korban penipuan tersebut.
Kami berterima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah mengkonfirmasi kepada kami terkait sms penipuan ini.

Mudah-mudahan bermanfaat.



Download : http://www.unesa.ac.id/bank/docs/7781_UN38.I_PP_2011_Pengumuman SMS_0001.pdf

Dibuka Pengajuan PKM-AI dan PKM-GT

Unesa Menuju Pimnas 2012
Dibuka Pengajuan PKM-AI dan PKM-GT
Sabtu, 14 Januari 2012 | 635 pembaca


Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti kembali menantang mahasiswa se-Indonesia untuk turut serta dalam kompetisi pengajuan Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tulis (PKM-GT) tahun 2012. Pedoman pengajuan usulan PKM-AI dan PKM-GT tersebut dapat diunduh di website Kemdiknas pada tautan: http://dikti.kemdiknas.go.id dengan headline Pedoman PKM 2011.

Mahasiswa Unesa yang merasa tertantang dan berminat mengikuti kompetisi PKM-AI dan PKM-GT diharapkan segera menyerahkan usulan PKM paling lambat pada 15 Februari 2012 pukul 14.00 WIB di BAAK-PSI bagian Kemahasiswaan Unesa. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam memperkuat kontingen Unesa pada gelaran ilmiah paling akbar se-Indonesia pada tahun ini, yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Pada Sabtu (14/01) DP2M Dikti merilis pengumuman hasil evaluasi proposal PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Teknologi (PKM-T), PKM-Pengabdian Masyarakat (PKM-M), (PKM-C) mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia. Sebanyak 88 tim PKM Unesa berhasil didanai dengan kisaran dana 8--10 juta rupiah. Rinciannya terdiri atas 5 PKM-P, 44 PKM-K, 10 PKM-T, 25 PKM-M, 4 PKM-C. Jumlah proposal PKM Unesa yang didanai tahun ini sedikit meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 83 PKM. Diharapkan makin banyaknya proposal PKM yang didanai ini makin banyak PKM Unesa yang berhasil maju ke Pimnas pada Juli mendatang. Humas Unesa

Kamis, 19 Januari 2012

Utrecht University

Utrecht University has been founded in 1636 and is the fourth-oldest university in the Netherlands and one of the largest in Europe.
It is one of Europe's leading research universities and ranked 1st in the Netherlands, 11th in Europe and 50th in the world by the Shanghai Academic Rankings of World Universities 2010.
Utrecht University offers a broad range of 50 undergraduate and 175 graduate programmes, the latter including many English-taught programmes. Additionally there are four international undergraduate degree programmes which are taught in English, namely the Bachelor's programmes of Utrecht University School of Economics (USE), University College Utrecht (UCU) (honours college), Roosevelt Academy and the College of Pharmeceutical Sciences. All other of the 45 Bachelor's programmes at Utrecht University are taught in Dutch and offer a wide variety of subject areas such as Arabic Language and Culture, Theatre Arts, Sociology or Biology. In total there are almost 30,000 students at Utrecht University and 7,500 members of staff.
Utrecht University
A view of the downtown campus of Utrecht University

Academic calendar

The academic year at Utrecht University is divided into 2 semesters and each semester is divided into 2 periods. It therefore consists of 4 teaching periods but students may only start their education at the beginning of each semester. All lectures and examinations (except re-takes) take place within these periods. Holidays may differ slightly per faculty.
Also be aware that Utrecht University College and Roosevelt Academy have different academic calendars than Utrecht University.
The academic year at Utrecht University differs slightly from the academic year at the TUM. It stretches from September 6th 2010 to July 1st 2011 while at TUM the timespan is October 10th 2010 to July 30th 2011. This slight difference has no implications for German exchange students: Their semester break before the exchange will be cut short but they regain that free time in between the end of their exchange semester and the beginning of the next semester at their home university.

Research

Utrecht University conducts fundamental and applied research in various scientific disciplines, ranging from infectious diseases and human rights to climate research and cultural history. This variety in research topics has led to multi-disciplinary research collaborations with partners from both inside and outside the university. Utrecht University works together with universities, knowledge institutions and industry on a regional, national and international scale.
Utrecht University focuses on 15 multidisciplinary thematic clusters of research:
  • Cardiovascular Research
  • Conflicts and Human Rights
  • Coordinating Societal Change
  • Cultures and Identities
  • Drug Innovation
  • Earth and Sustainability
  • Epidemiology
  • Foundations of Natural Science
  • Growth and Differentation
  • History and Philosophy of the Sciences and the Humanities
  • Infection and Immunity
  • Information Technologies in Science and Society
  • Life Sciences and Biocomplexity
  • Neuroscience and Cognition
  • Origins and Impacts of Institutions
http://www-db.in.tum.de/teaching/ws1011/hsufg/Utrecht/utrecht.html

BEASISWA PMRI DIKTI

Beasiswa pmri
Wednesday, 28 October 2009 12:11
Beasiswa PMRI
Beasiswa PMRI Adalah beasiswa yang dikhususkan untuk mahasiswa di Institute Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (http://www.pmri.or.id) baik itu untuk dosen tetap maupun dosen CTAB ( Calon Tenaga Akademik Baru )
Institut Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (IP-PMRI). Misi utama IP-PMRI adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika sekolah di Indonesia dengan menggunakan suatu inovasi dalam pendidikan matematika yaitu PMRI. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) diadaptasikan dari Teori pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan di Netherlands (Belanda) sejak awal 70-an oleh Hans Freudenthal. Nama beliau dipakai sebagai nama pusat pengembangan RME di Belanda yaitu Freudental Institute (www.fi.uu.nl).
IP-PMRI sebagai salah satu lembaga yang mempunyai misi untuk pengembangan pendidikan matematika dengan menggunakan suatu inovasi dalam pendidikan matematika yaitu PMRI, bekerja sama dengan DIKTI Serta tiga universitas yaitu Utrecht University, Universitas Sriwijaya dan Universitas Surabaya memberikan beasiswa kepada dosen atau calon dosen (CTAB) kepada 30 orang, dimana 15 orang akan studi di Universitas Surabaya dan 15 di Universitas Sriwijaya. Setelah lulus seluruh peserta yang lulus mengikuti pelatihan bahasa inggris selama tiga bulan. Bagi yang memenuhi syarat akan studi di Belanda yaitu di Utrecht University.

Beasiswa BPPS (DIKTI)


Latar Belakang Beasiswa BPPS

1. LATAR BELAKANG
a. Dasar Hukum

Pendidikan Tinggi merupakan sektor penting dalam upaya memperkuat daya saing bangsa. Perguruan Tinggi merupakan pendidikan tinggi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), yaitu menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, jujur, berkualitas, demokratis dan mampu menghadapi tantangan dan persaingan antar bangsa. Hal yang sama dinyatakan dalam Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010, bahwa perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang memiliki tanggung jawab dan mampu berkontribusi pada daya saing bangsa.
 
Dosen merupakan komponen penting dalam perguruan tinggi. Meningkatnya kualitas dosen akan secara langsung meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya pada pasar 46 ayat 2 yang menyatakan bahwa dosen diharuskan memiliki kualifikasi akademik tertentu yaitu: (a) lulusan program magister untuk program sarjana dan program diploma, dan (b). lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Oleh karena itu upaya peningkatan kualifikasi akademik dosen dapat dilakukan melalui pemberian Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS). Untuk mencapai kualifikasi tersebut dalam waktu yang terbatas, maka Program BPPS perlu diperluas dan diakselerasi.

b. Gambaran Hukum
 
Perguruan Tinggi (PT) adalah penyelenggara pendidikan tinggi yang mempunyai peran penting dalam daya saing bangsa. Dosen sebagai salah satu komponen Sumber Daya Manusia (SDM) dari suatu perguruan tinggi mempunyai peran sentral dan strategis. Kualitas dosen akan menentukan kualitas perguruan tinggi. Kualitas PT menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan daya saing bangsa. Meningkatnya kualitas pendidikan tinggi diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa.
 
Sebagai lembaga pendidikan, perguruan tinggi memiliki peran yang besar dalam peningkatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan daya saring bangsa. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dalam hal ini adalah dosen, pada perguruan tinggi merupakan upaya stategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Agar peran perguruan tinggi yang strategis ini berjalan dengan baik haruslah ditunjang oleh dosen-dosen dengan kualitas unggul. Untuk memperoleh dosen berkualitas unggul, perencanaan yang terarah dan matang perlu disusun dengan baik. Salah satu meningkatkan kualitas dosen adalah melalui studi lanjutan ke jenjang pascasarjana (S2/S3).
 
Direktorat Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mempunyai tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas dosen melalui pendidikan lanjutan ke jenjang S2/S3 seperti yang diamanatkan dalam UU 14 tahun 2005. Oleh karena itu, Program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Ditnaga-Ditjen Dikti sangat membantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sehingga mampu meningkatkan daya saing bangsa.

c. Alasan Kegiatan dilaksanakan
Sampai tahun 2007 terdapat 155.466 dosen yang tersebar di 89 perguruan tinggi negeri (63.500 orang) dan sekitar 2.850 perguruan tinggi swasta (91.966 orang) di seluruh Indonesia. Di perguruan tinggi negeri, dosen yang berkualifikasi magister (S2) dan/atau doktor (S3) sudah mencapai 68%. Sementara di perguruan tinggi swasta baru mencapai 47%. Secara keseluruhan jumlah dosen yang memiliki kualifikasi magister (S2) dan/atau doktor (S3) adalah sekitar 52 persen atau setara dengan 81.291 orang. Sementara itu target dalam rencana Strategis Ditjen Dikti pada tahun 2009 harus mencapai angka 70% dosen PTN dan PTS sudah berkualifikasi S2/S3. Di akhir tahun 2008, dosen yang belum berkulalifikasi S2/S3 adalah 58.934 orang. Untuk mencapai target 70% tersebut perlu dilakukan berbagai inovasi baru dari upaya yang telah dilakukan.
 
Pemerintah melalui Ditjen Dikti terus berupaya mendorong dan meningkatkan kualitas dan kualifikasi dosen berpendidikan pascasarjana melalui berbagai cara, diantaranya melalui (1) pemberian beasiswa kepada dosen-dosen Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pascasarjana, (2) percepatan pencapaian target jumlah dosen berpendidikan pascasarjana melalui berbagai inovasi penyelenggaraan BPPS.
Term Of Reference BPPS ( TOR )
Syarat-Syarat Mendaftar Sebagai Calon Penerima BPPS
Cara Pelaksanaan
Pascasarjana Penyelenggara BPPS Untuk Magister
Pascasarjana Penyelenggara BPPS Untuk Magister dan Doktor
Perguruan Tinggi Pengirim Calon Penerima BPPS
Alokasi / Quota BPPS di Perguruan Tinggi Penyelenggara dan Pengirim
Untuk lebih lanjut silahkan buka web Direktorat Ketenagaan

Hiduplah Sebagai Jiwa Yang Ikhlas

Setiap jiwa adalah jiwa kecintaan Tuhan
yang diturunkan ke alam kehidupan raga sebagai manusia
yang bertugas mewujudkan kemuliaan dari jiwanya
untuk mengindahkan kehidupan sesamanya
bagi keindahan hidupnya di surga.

Dan jiwa yang mampu memimpin dirinya sendiri
untuk keluar dari kekhawatiran, ketidak-tegasan,
penundaan, dan kemalasan,
memiliki semua potensi untuk memindahkan gunung.

Karena sesungguhnya,
kekuatan setiap jiwa dijamin oleh Sang Pencipta.

Maka marilah kita ingat kembali
pesan yang disampaikan pada hari kelahiran kita ...

Hiduplah sebagai jiwa yang ikhlas.”

=====

Sahabat saya yang baik hatinya,

Tidak mungkin jiwa yang bertanya-tanya tentang haknya untuk hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan, tidak diberikan petunjuk.

Petunjuk itu telah diturunkan dalam pemberitahuan yang isinya tak mungkin ditemukan dalam karangan manusia, dan sebagian lagi ditempelkan pada penciptaan di alam ini – agar kita bebas mengamatinya.

Tetapi, tidak sedikit orang yang membutuhkan penyelamatan, adalah justru orang-orang yang mempersulit bantuan bagi kebaikannya sendiri.

Ada orang yang sudah diberikan kecerdasan untuk mengerti nasehat baik, tetapi hatinya yang pekat dengan keluhan – membuatnya segera bertanya:

Tapi khan nggak mudah Pak?
Itu khan teori?
Khan melakukannya nggak semudah mengatakannya?
Apakah Bapak sudah membuktikan?
Kalau orang susah seperti saya apa bisa?
Bapak belum pernah miskin kaya' saya ya?

Dan yang memilukan hati, adalah orang yang hidupnya masih belum mudah dan sedang terpinggirkan, tetapi saat mendengar nasehat baik yang bisa digunakannya untuk memperbaiki kehidupan, dia menyeletuk:

Ah … biasa aja tuh …

………..

Padahal, …
jika mereka memperhatikan,
jika kita memperhatikan,
jika jiwa ini memperhatikan …

Ikhlas adalah seutuhnya menerima Tuhan dengan semua kebenaran-Nya.

Kebenaran Tuhan adalah untuk kemuliaan kita, dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan setelah kehidupan ini.

Maka, ….

Jiwa yang menerima Tuhan dengan seutuhnya sebagai pemimpin kehidupannya, akan dibenarkan kehidupannya dengan cara-cara yang indah.

Tetapi jiwa yang pelik dan ketil berhitung dalam keputusan yang tarik-ulur dalam menjadikan Tuhan sebagai pemimpin kehidupannya,
dan kadang-kadang mencoba perhitungan akal-akalan untuk menyiasati kewenangan Tuhan mengenai nasibnya,
akan tetap dibenarkan kehidupannya – tetapi dengan cara-cara yang tidak akan disukainya.

Sesungguhnya, …

Keikhlasan adalah gerbang keemasan yang memisahkan kehidupan yang bebannya harus kita pikul sendiri dan kehidupan yang bebannya dipukul bersama Tuhan.

Dengannya, inilah jawaban bagi dia yang bertanya,

Apakah ikhlas itu?

Ikhlas adalah seutuhnya menerima Tuhan dengan semua kebenaran-Nya.

Bagaimana caranya untuk ikhlas?

Terimalah Tuhan dengan seutuhnya, bersama semua kebenaran-Nya.

Tetapi mengapakah ikhlas itu sulit?

Karena engkau memilih mempertahankan kebiasaan dan kesenangan mu yang tak akan memperkuat dan memuliakanmu, daripada memilih pikiran, sikap, dan perilaku yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai jalan lurus menuju kedamaian dan kesejahteraanmu.

Apakah jaminannya bahwa hidup saya akan baik, jika saya ikhlas?

Tidak ada jaminan untuk keikhlasan, karena jaminan itu tidak diperlukan.
Yang ada adalah bukti, bahwa kurangnya keikhlasanmu telah melemahkan hidupmu.
Apakah kegelisahan hatimu tidak cukup menjadi bukti bahwa tidak ada kedamaian di luar keikhlasan?

………..


Dan sesungguhnya kita diberikan kemampuan berpikir,

untuk memilih yang memuliakan kita tanpa harus diperingatkan dengan rasa malu,
untuk mendahulukan yang harus dilakukan,
untuk meninggalkan yang tidak memuliakan,
untuk melakukan yang mudah saat ia masih mudah,
untuk memulai karena harus selesai,
dan untuk mencintai kebaikan karena hanya kebaikan yang membaikkan.

Janganlah kita akhirnya melakukan yang sudah lama dilakukan oleh mereka yang ikhlas.

………..


Sahabat saya yang baik hatinya,
yang kedamaian hatinya sangat diperhatikan oleh Tuhan

Marilah kita ikhlaskan diri untuk menjadi pribadi yang dekat dan taat kepada Tuhan; dan hidup dengan pikiran, sikap, dan perilaku yang menjadikan kita bermanfaat bagi kebahagiaan sesama.

Marilah kita memasuki gerbang keikhlasan jiwa,
yang menghubungkan kehidupan kita hari ini dengan padang rumput hijau di halaman taman pemuliaan hidup, yang namanya kebahagiaan itu.

Marilah kita mengindahkan wajah jiwa kita,
untuk bersama duduk-duduk,
atau berbaring di atas permadani rumput hijau,
yang sejuk dan lembut,
yang harum dengan aroma melati dan mawar,
yang akarnya dikayakan oleh kelembaban air suci,
dari aliran parit-parit kecil yang bening dan sesetia cermin permukaannya,
yang gemerciknya mengalunkan kidung kedamaian,
yang memantulkan keindahan biru dari langit yang lembut,
yang menggantung sebagai atap yang melindungi,
dengan kedalaman yang tak tertembus pandangan,
yang diterangi oleh sinar cemerlang yang tak menyilaukan,
yang menenggelamkan jiwa dalam alun mimpi yang setengah menidurkan,
dan yang menegakkan kesadaran dalam semedi yang agung.

Maha Indah Tuhan dalam kelembutan pemeliharaan-Nya.

Yang menjadikanku utuh dan cukup karena kebersamaanku dengan-Nya.

Engkau Tuhanku.

Aku ber-Tuhan.
Aku berterima kasih karena Kau ijinkan aku mengatakan, bahwa ...
Aku memiliki Tuhan.

Engkau lah yang memiliki semua,
maka sesungguhnya aku tak membutuhkan apa pun.

Aku hanya membutuhkan-Mu.
Karena, jika aku memiliki-Mu, aku memiliki semua.

Tuhan ku,
... amat dalam kecintaan ku kepada Mu
aku memohon ... dalam kerinduan ku untuk kelembutan kasih sayang Mu

... kasihilah aku.

... damaikanlah hatiku, indahkanlah wajahku, merdukanlah suaraku,
indahkanlah cara-caraku, baikkanlah hati sesamaku kepada ku,
kuatkanlah aku, mudahkanlah urusanku, baikkanlah rizki ku,
dan bahagiakanlah keluarga ku ...

Amien ...

...........


Duh …
seandainya pikiran ini tak dibatasi oleh bahasa …
alangkah indahnya kehidupan bagi jiwa yang bisa mengerti surga sebelum memasuki surga …

Sesungguhnya …
Tuhan tidak pernah menjadikan satu bahasa cukup untuk menggambarkan keindahan kehidupan bagi jiwa yang ikhlas,
agar kita meramahkan diri dalam mempelajari kelebihan sesama,
agar kita menerima perbedaan sebagai pengindah keberadaan,
dan semuanya itu …
agar kita menemukan cara untuk mengerti keindahan surga,
yaitu keindahan kehidupan bagi jiwa yang ikhlas.

Surga adalah keindahan kehidupan bagi jiwa yang ikhlas.

Maha Agung Tuhan dalam semua kebenaran-Nya.

………..


Sahabat saya yang hatinya dalam pemeliharaan Tuhan,

Berikut adalah dialog yang sering terjadi antara saya,
dengan jiwa saya:

………..


Jiwaku, … walaupun engkau dan aku ini – satu,
ini yang kuminta dari mu;

Wahai jiwaku, ikhlaslah.

Engkau dan aku berhak bagi keindahan hidup yang menjadi hak bagi jiwa yang ikhlas.

Maka, marilah kita berhenti hanya bertanya, tanpa bersungguh-sungguh mencoba.

Marilah kita berhenti mengharuskan Tuhan memenuhi syarat keraguan hati kita, sebelum kita ikhlas berupaya.

Marilah kita berhenti mensyaratkan semuanya mudah, sebelum kita bersedia berupaya.

Marilah kita berhenti meminta jaminan bahwa upaya kita akan dihargai oleh Tuhan, karena jaminan itu adalah kepastian bagi yang ikhlas.

Marilah kita berhenti menyalahkan Tuhan atas kelemahan-kelemahan kita, karena banyak orang yang tak sekuat kita – yang berhasil karena keikhlasannya.

Dan ini yang harus kita tetapkan sebagai kekuatan di hati kita, …

Agar kita memulai semua perjalanan menuju keberhasilan kita dari mana pun kita berada,
dengan modal apa pun yang sudah ada pada kita,
dan dengan sesegera mungkin,
dengan ketulusan dalam bekerja,
dan dengan keberserahan dalam menanti hasil dari upaya kita.

Bukankah kita mengetahui bahwa Tuhan Maha Perkasa dan Maha Kaya?

Maka terimalah ini dengan hatimu yang damai,
bahwa jika Tuhan cukup kau bahagiakan dengan kesungguhanmu,
Tuhan akan mencukupkan sekecil-kecil kekuatanmu,
untuk menyelesaikan sebesar-besar tugasmu.

Maha Besar Tuhan dalam kasih-sayang-Nya,
yang sangat mengasihi jiwa yang ikhlas.

Itu sebabnya, …
pribadi yang ikhlas - tampil lebih besar dari ukuran kemanusiannya,
dengan dia mudah melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh seribu orang,
yang mampu melihat yang tak terlihat,
yang bisa mendengar yang tak tersuarakan,
dan yang membatalkan peperangan hanya dengan menyentuh hati.

Jiwa yang ikhlas adalah jiwa yang sakti.

Itu sebabnya,
jiwa yang mampu memimpin dirinya sendiri
untuk keluar dari kekhawatiran, ketidak-tegasan,
penundaan, dan kemalasan,
memiliki semua potensi untuk memindahkan gunung.

Karena, jiwa yang ikhlas adalah jiwa yang sakti.

Tuhan mensaktikan jiwa-jiwa yang dikasihi-Nya.

………..


Sahabat saya yang mulia hatinya,

Ijinkanlah saya mencoba menyimpulkan, bahwa Anda tidak mungkin tidak ada dalam daftar jiwa-jiwa yang bersungguh-sungguh memuliakan kehidupannya, jika Anda tetap membaca sampai bait ini.

Hanya jiwa yang baik, yang mengenali upaya-upaya yang meminta ijin untuk membaikkan kehidupan.

Saya sangat terharu dan berhutang atas kebaikan hati Anda, dalam menghadiahkan diri bagi kebaikan sesama di ruang keluarga kita yang ramah dan santun ini.

Mudah-mudahan Tuhan segera membuka pintu-pintu rahmat di langit, agar tercurahkan rezeki yang menyejahterakan dan membahagiakan Anda dan keluarga tercinta.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan hari-hari libur yang indah ini sebagai masa penjernihan pikiran kita, masa pembeningan hati kita, dan masa pengindahan perilaku kita, agar kita bisa menjadi jiwa-jiwa ikhlas yang dicintai-Nya.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya?, agar kita bisa berlatih menggunakan kesantunan pergaulan dari jiwa-jiwa yang sudah dibangunkan rumah-rumah indahnya di surga.

Mario Teguh

Golden Ways ( Masalah Itu Sementara )

Ia hanya menjadi permanen bagi orang yang menganggapnya permanen.

Paku yang memantek seseorang ke papan gosok di mana dia berada sekarang adalah perasaan bahwa masalah-masalahnya saat ini adalah permanen, sedangkan keberhasilan dan kebahagiaannya hanyalah sementara.

………..

Kita tidak mungkin membebaskan diri dari masalah,
karena masalah adalah penghormatan kepada kita.

Tuhan Yang Maha Perkasa menjamin bahwa tidak ada orang yang akan dimasukkan ke dalam masalah yang tidak bisa diatasinya. Sehingga, masalah apa pun yang kita masuki, adalah masalah yang telah ditetapkan berada di bawah kemampuan kita.

Tetapi, masalah sekecil apa pun, akan menjadi penghambat kemajuan dan bahkan menjadi pengerdil masa depan, bagi orang yang memilih untuk tidak menghormati dirinya sendiri, dan tidak mempercayai jaminan Tuhan.

Ambillah seburuk-buruknya keadaan, kemudian taruhlah pribadi dengan hati yang bening, pikiran yang bersih, dan perilaku yang indah – kedalam masalah itu. Dan Anda akan segera melihat keadaan yang tadinya dikeluhkan orang itu – menjadi keadaan yang memuliakan banyak orang.

Ambillah sebaik-baiknya keadaan, kemudian taruhlah pribadi dengan hati yang pengeluh, pikiran yang tidak malu diperhatikan Tuhan, dan perilaku yang penuh ketidak-jujuran. Dan Anda akan segera melihat keadaan yang tadinya didiamkan orang banyak – menjadi keadaan yang sudah disentuh ujung api neraka.

...........


Sahabat saya yang baik hatinya,

Bukan kurangnya kemampuan yang melemahkan kehidupan,
tetapi tidak cukupnya kesungguhan untuk menggunakan kemampuan yang ada.

Bukan tidak adanya modal yang menghalangi pengembangan kehidupan, tetapi kurangnya penghormatan kepada diri sendiri sebagai modal utama pembaru kehidupan.

Pribadi yang lemah, dipermak oleh lingkungan.
Pribadi yang kuat, merancang lingkungan.

Bukan lingkungannya, pribadinya!

Bukan orang lain, Anda!
Semua masalah Anda itu sementara, jiwa Anda yang mulia itulah yang akan hidup permanen, yang berhak merajai kehidupan dunia dan kehidupan sesudah ini.

Anda adalah jiwa kecintaan Tuhan.

Anda sadari atau tidak, Anda kecintaan Tuhan.

Maka bersikaplah, berpikirlah, dan berlakulah yang pantas bagi jiwa yang dicintai Tuhan.

Anda adalah jiwa yang sangat dicintai Tuhan.

………..

By. Mario Teguh
http://marioteguh.blogspot.com/2010/05/masalah-itu-sementara.html

Mathematics Miracle

Ada berbagai keajaiban yang ada di dalam matematika diantaranya adalah keajaiban angka 9.
Pernahkah Anda bermain untuk menebak suatu angka yang dipilih orang lain tanpa sepengetahuan kita?
Adapun permainan itu adalah antara lain.
1. The miracle of 9 number
     Bagaimanakah cara kita bermain?
     a. Pertama pilih satu bilangan cacah yang kamu sukai.
     b. Bilangan yang telah kamu pilih tadi tambahkan dengan 3
     c. Kemudian hasilnya kalikan dengan 3
     d. Setelah itu tambahkan dengan 3 lagi.
     e. Kemudian hasilnya kalikan dengan 6
     f. Setelah selesai jumlahkan digit bilangan yang kamu dapat
    g. Apabila setelah kamu jumlahkan dan ternyata kamu masih mendapat lebih dari 1 digit maka jumlahkan lagi sampai mendapat 1 digit.
    h. Maka berapapun bilangan yang kamu pilih di awal, hasil akhirnya pasti bilangan 9.